Komplikasi Kanker Serviks

Selamat bergabung di www.TanamanObatKankerServiks.com salah satu situs yang berbagi informasi terlengkap seputar kanker serviks. Kanker serviks adalah penyakit wanita yang bisa memunculkan bahaya jika tidak segera terdeteksi sejak dini. Oleh karenanya, ketahuilah berbagai macam bahaya yang dimunculkan oleh penyakit yang dikenal sebagai pembunuh wanita nomor satu ini.

Komplikasi Kanker Serviks

Komplikasi Kanker Serviks

Komplikasi Kanker Serviks – Komplikasi kanker serviks bisa dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai efek samping dari pengobatan dan akibat dari kanker serviks yang sudah memasuki tahap lanjutan atau stadium akhir. Berikut akan kami uraikan masing-masing komplikasi tersebut.

Efek Samping dari Pengobatan

  • Menopause Dini

Apabila ovarium mengalami pembedahan atau rusak selama pengobatan dengan radioterapi, maka hal ini akan picu menopause dini. Kebanyakan, wanita mengalami menopause di awal usia 50-an. Menopause terjadi saat ovarium berhenti menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Hal ini dapat ditangani dengan pemberian obat yang merangsang produksi estrogen dan progesteron. Perawatan tersebut dikenal sebagai terapi pengganti hormon (HRT).

  • Penyempitan vagina

Pengobatan kanker serviks dengan radioterapi sering menyebabkan vagina menyempit. Hal ini bisa membuat hubungan seksual sulit atau menyakitkan. Ada 2 pilihan pengobatan utama bila vagina menyempit. Cara pertama ialah mengoleskan krim hormon pada vagina, hal ini bisa membantu meningkatkan kelembaban pada vagina dan membuat hubungan seksual lebih mudah.

Cara kedua yaitu menggunakan dilator vagina, sebuah perangkat berbentuk tampon yang dibuat dari plastik. Pasien memasukannya ke dalam vagina. Dirancang untuk membantu membuat vagina menjadi lebih kenyal. Biasanya disarankan untuk memasukan dilator selama 5-10 menit di siang hari secara teratur selama 6-12 bulan.

  • Limfedema

Bila kelenjar getah bening pada panggul di angkat atau di operasi, terkadang bisa menganggu kinerja normal dari sistem limfatik. Salah satu fungsi sistem limfatik ialah membuang cairan berlebih pada jaringan tubuh. Kehilangan kelenjar getah bening sebabkan cairan menumpuk di dalam jaringan. Hal ini bisa sebabkan bagian–bagian tubuh tertentu membengkak, biasanya terjadi pada lengan dan juga kaki.

  • Dampak Emosional

Dampak emosional hidup dengan penyakit kanker serviks bisa meningkat secara signifikan. Tidak sedikit orang yang melaporkan mengalami efek roller coaster.

Akibat Kanker Serviks Stadium Akhir

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada kasus kanker serviks stadium akhir, di antaranya :

  • Nyeri

Apabila kanker sudah menyebar ke ujung saraf, otot atau tulang sering bisa memunculkan rasa nyeri yang sangat hebat. Tapi, sejumlah obat–obatan pereda rasa nyeri biasanya efektif bisa digunakan.

  • Gagal ginjal

Ginjal membuang bahan limbah dari darah. Limbah dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urin yaitu melalui tabung yang disebut dengan ureter. Pada beberapa kasus kanker serviks stadium akhir, pertumbuhan jaringan abnormal bisa menekan ureter, menghalangi aliran urine keluar dari ginjal. Sehingga urine tertampung didalam ginjal (hidronefrosis) dan menyebabkan kerusakan pada ginjal.

  • Bekuan darah

Kanker serviks sama seperti kanker lainnya, bisa membuat darah lebih lengket dan membuatnya rentan terhadap penyumbatan. Berbaring di tempat tidur usai menjalankan pengobatan seperti kemoterapi atau operasi juga bisa meningkatkan resiko terjadinya penggumpalan darah sehingga akibatkan penyumbatan pada aliran darah.

  • Perdarahan

Bila kanker menyebar ke kandung kemih atau usus vagina, bisa sebabkan kerusakan yang sangat signifikan yaitu akibatkan terjadinya perdarahan. Perdarahan bisa terjadi pada rektum, vagina atau saat buang air kecil.

  • Fistula

Fistula ialah terbentuknya saluran abnormal antara 2 bagian dari tubuh. Dalam kasus kanker serviks, fistula bisa terbentuk antara kandung kemih dan juga vagina. Hal ini dapat akibatkan pengeluaran cairan tanpa henti dari vagina. Kadang-kadang, fistula dapat terjadi antara vagina dan juga rektum. Kondisi ini hanya terjadi pada 2% kasus kanker serviks stadium akhir.

Biasanya untuk memperbaiki fistula akan diperlukan tindakan operasi. Namun hal ini sering tidak dilakukan pada wanita dengan kanker serviks lanjutan, mengingat kondisi yang sudah sangat lemah. Bila operasi tidak memungkinkan dilakukan, krim serta pelembab dapat dipakai untuk kurangi pengeluaran cairan. Tujuannya untuk melindungi vagina serta jaringan disekitarnya agar tidak terjadi iritasi dan rusak.

Baca juga artikel lainnya :

Pencegahan Kanker Serviks

Gejala Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks

Pengobatan Kanker Serviks

Posted by : 3 Tanaman Obat Kanker Serviks Rahim

Komplikasi Kanker Serviks