Cuka Bisa Gantikan Pap Smear untuk Deteksi Serviks

Selamat datang di salah satu situs resmi kesehatan www.TanamanObatKankerServiks.com yang menyajikan berbagai macam informasi kesehatan khsususnya mengenai masalah yang sering di alami yakni kanker serviks atau kanker rahim.

Cuka Bisa Gantikan Pap Smear untuk Deteksi Serviks

Cuka Bisa Gantikan Pap Smear untuk Deteksi Serviks – Pap smear menjadi salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidak adanya abnormalitas dalam rahim perempuan. Tapi kini, langkah cara diagnosis baru dan sederhana sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan jumlah wanita yang menderita kanker mengalami peningkatan.

Cuka Bisa Gantikan Pap Smear untuk Deteksi Serviks

Dr Cindy Firnhaber dari Helen Joseph Hospital di Johannesburg bersama timnya mencarii cara lain guna membantu para wanita tersebut. Sebab dibeberapa negara tertentu tidak selalu memiliki laboratorium atau tenaga lengkap yang dapat membaca hasil dari pap smear.

Jadi, Firnhaber bersama tim memakai cuka sebagai agen untuk identifikasi sel–sel abnormal di leher rahim.Wah, ternyata cuka bukan hanya bisa menambah rasa sedap pada masakan saja, namun berguna juga untuk mendeteksi dini kanker serviks.

Deteksi dini kanker mulut rahim dengan asam cuka ini disebut metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Cara ini sejak 1925 sudah dikenalkan oleh Hans Hinselman yang berasal dari Jerman, namun baru diaplikasikan sekitar tahun 2005.

Kementrian RI pun juga sudah mengadopsinya.Selain sederhana dan terjangkau, cara ini juga mempunyai keakuratan yang tinggi dalam mendeteksi luka atau lesi prakanker, yakni mencapai 90%.

Deteksi dini kanker serviks dilakukan dengan cara mengoleskan cuka 3 sampai 5 persen di area serviks ini tak harus selalu dilakukan oleh dokter. Namun juga bisa dilakukan oleh tenaga ahli terlatih seperti bidan dipuskesmas. Biasanya, dalam waktu sekitar 60 detik sudah bisa dilihat bila terdapat kelainan. Dengan timbulnya plak putih pada mulut rahim, plak putih ini dapat diwaspadai sebagai luka prakanker.

Berdasarkan penelitian WHO, penerapan IVA di Thailand, India dan Zimbabwe, ternyata efektifitasnya tidak lebih rendah darpada pap smear.

Inke Maris seorang ahli komunikasi dan juga pendiri IPKASI  (Inisiatif Pencegahan Kanker Serviks Indonesia) menyebutkan sudah ada banyak puskesmas yang bisa memberikan layanan tes IVA tersebut dengan biaya terjangkau yaitu sekitar 15 ribu rupiah.

Terapi ini berlangsung sangat singkat yaitu sekitar 5 menit, dan memang ada rasa yang tak nyaman saat melakukan terapi ini. Kebanyakan wanita merasakan adanya sensasi dingin dan agak kram atau terkadang terasa hangat di tubuh bagian atas dan juga wajah.

Kemudahan dalam menjalankan pemeriksaan sekaligus pengobatan bila ditemukan adanya luka prakanker ini memicu program See and Treat makin banyak digunakan di sejumlah puskesmas pada umumnya. Di harapkan dengan adanya IVA ini akan semakin banyak wanita yang terdeteksi secara dini, sehingga angka kejadian kanker serviks saat ini bisa menurun.

Baca juga artikel lainnya :

Daftar Buah untuk Penderita Kanker Serviks

Posted by : 3 Tanaman Obat Kanker Serviks Rahim

Cuka Bisa Gantikan Pap Smear untuk Deteksi Serviks